Pengalaman Ke Madinah
Hai guys, Assalamualaikum. Di sini saya akan cerita tentang pengalaman saya ke mekkah madinah. Ya bisa di bilang juga umroh. Oh ya, saya belum memperkenalkan diri ya. Saya Augia Sutikno Pratiwi saya berumur 17 tahun bulan agustus ini nanti, ya sesuai bulan Agustus jadi Augia. Oke, segitu dulu ya perkenalannya. Langsung ke cerita pengalaman saya aja ya.Oke, pada awalnya sih saya tidak ada pikiran untuk bisa umroh. Yang hanya saya pikirkan dalam waktu itu hanya sekolah, main, les, ikut ekstra ya gitu-gitu terus lah pokoknya kan namanya juga masih SMA. Yap, untuk menjalankan ibadah umroh itu sih awalnya rencana ayah sama ibu saya saja yang akan berangkat. Nah, ayah ibu saya daftar di biro travel yang mungkin kalian nggak asing lagi dan akhir-akhir ini jadi sorot publik banget. Pasti pada tahu deh, yap First Travel. Setelah udah daftar udah beres semuanya tinggal nunggu berangkatnya aja ada suatu kejanggalan nih. Orang tua saya udah daftar lama sekitar bulan pertengahan tahun 2016 saat akan tiba di hari berangkat kurang beberapa bulan gitu malah di undur jadi akhir tahun 2016 pemberangkatannya. Ya, saat itu sih orang tua saya belum dapet pikiran yang nggak-nggak intinya masih positive thinking lah. Nah, saat udah mau hari pemberangkatan pada akhir tahun 2016 itu malah di undur lagi jadi awal tahun 2017 akhirnya orang tua saya kaget lah kok di undur terus sih. Dan singkat cerita masuklah berita First Travel jadi Top Number 1 di seluruh berita Indonesia karena kasusnya itu orang tua saya nggak bisa berkutik lah. Mustahil banget kalau orang tua saya dapet refund dari biro travel tersebut. Orang tua saya emang geram sih tapi, gimana lagi ya sudah terlanjur ya di anggap sodaqoh saja kalau untuk di balas itu biar urusannya Allah saja. Dalam hati saya sendiri pun juga nggak terima lah masa orang tua saya mau ibadah kok malah di sesatkan dalam artiannya kan begitu iya tapi gimana lagi udah terlanjur. Dan akhirnya orang tua saya daftar lagi di biro yang sudah terjaga betul dan shock nya lagi saya di ajak dan saya senang banget lah alhamdullilah bisa ke sana ya sekitar pertengahan bulan 2017 daftar ibadah umroh saat itu saya kelas 2 SMA dan pemberangkatanya pun awal tahun 2018 tepatnya bulan Januari. Dan cuaca di sana lagi musim dingin. Ya, kita pake bawa baju yang sedikit tebal.
Sebelum berangkat saya di sekolah minta maaf sama teman sekelas kalau ada salah maaf ya hihi dan saat mau berangkat jujur saya deg-deg an banget tapi saya pasrah saja saya bawa santai. Saya berangkat menuju tempat berkumpul jam 12 malam untuk berangkat ke Jakarta dengan naik bus ya seharian perjalanan sampai sana sekitar udah sore tapi kita di bawa kayak mess tentara gitu saya lupa namanya apa dan di sana kita berisitirahat sholat makan kalau ada yang mau mandi ya mandi dan kita berangkat dari mess ke bandara habis sholat isya dan setelah berangkat sampai ke bandara Soekarno-Hatta saya exited banget karena ya ini pertama kali saya naik pesawat jadi ya kelihatan katrok sedikit lah hehe. Pemberangkatan dari Jakarta ke Jeddah sekitar pukul 1 malam dan yap. Saat melihat para pramugari lewat saya jadi ingin jadi pramugari udah cantik tinggi pintar bisa keliling dunia lagi. Nggak lama para pilot berjalan dengah wibawanya pakai topi sambil bawa koper mereka aduh jadi ingin bercita-cita pilot juga. Yap udah masuk pesawat cari nomor seat masing-masing dan alhamdulillah bisa satu seat sama keluarga. First impression naik pesawat sih rasanya happy banget sekali naik pesawat banget langsung terbangnya keluar negeri alhamdulillah bersyukur banget pokoknya. Perjalanan sekitar 12 jam tapi kita transit dulu di Mumbai, India ya cuman 1 jam saja ya emang kita tidak turun pesawat karena pesawatnya cuman ngisi bahan bakar saja sih, dan di lanjut penerbangannya yak sampailah di Jeddah. Ya, senang banget rasanya kaki bisa menapakan di Tanah Arab setelah udah imigrasi, pengambilan bagasi, dll. Berangkatlah kita ke Madinah, perjalanan sih sekitar 5 jam kalau nggak salah. Setelah udah 5 jam akhirnya sampai di hotel setelah udah check in kita sholat isya di masjid Nabawi. Ya Allah rasanya nggak bisa di jelasin lah pokonya betapa senangnya bisa menginjak kaki ke Tanah Suci dinginnya angin membawa kita untuk beribadah but it's ok walaupun angin dingin banget banget sampe bibir kita itu kering parah tidak meluluh lantahkan semangat kami untuk ibadah, setelah udah sholat isya di masjid Nabawi kita kembali ke hotel untuk beristirahat dan yang bikin bersyukur itu dari hotel ke masjid itu cuman lurus terus aja ya sekitar 400 m kalau jalan kaki dan pintu masuk kita itu tepat di gerbang nomor 5 jadi ya enak untuk menghafal jalan. Jam 2 pagi saya dan ibu saya bangun untuk siap-siap ke masjid Nabawi untuk sholat subuh dan kita berangkat dari hotel jam 3 dan udara pada waktu itu masyaallah dinginya tapi nggak masalah buat kita berdua dengan terus berjalan lurus sambil mengahafal jalan kita masuk ke halaman masjid dan kita masuk ke dalam masjid alhamdulillah masih ada tempat di dalam masjid katanya kalau kita ingin sholat di dalam masjid kita harus berangkat lebih awal sekali kalau tidak ya kita sholat di halaman masjid. Dan sholat subuh di sana itu jam 6 pagi tapi kita udah berangkat jam 3 pagi ya saking kita ingin sholat di dalam masjid dan subhannallah corak masjid Nabawi indah sekali mungkin orang Indonesia atau arsitek Indonesia hanya 1001 yang bisa membuat keindahan masjid tersebut. Setelah selesai sholat kita kembali ke hotel di saat perjalanan pulang di sepanjang jalan kita pulang ada banyak sekali para pedagang yang sudah mulai buka toko dan mereka semua bilang "mari sini silahkan beli, Syahrini, Jokowi mari-mari." ya mungkin banyak juga orang Indonesia yang berkunjung jadi sampai-sampai mereka hafal siapa artis papan atas dan presidennya haha lucu sih kalau dengar terus lihat gitu. Hari berikutnya kita akan di bawa mutowif cewek gitu aku lupa apa namanya hehe untuk beribadah masuk ke dalam raddah. Dan di sana subhannallah ingin nangis rasanya kalau melihat sejarah Nabi Muhammad selama masa hidupnya secara langsung tapi karena di raddah itu ramai sekali jadi kita kurang khusyuk sholatnya tapi nggak apa-apa yang penting hatinya.
Dan kita berkunjung tempat ysng sangat bersejarah yaitu Jabbal Uhud dan di sana saya merasakan kepiluan yang sampai-sampai bisa tembus di hati saya. Ya, bekas perang badar dan di tanah tersebut sedikit berwarna merah, kenapa demikian? karena, itu adalah warna dari terjadi pertumapahan darah saat perang tersebut dan di bawah Jabbal ada makam para sahabat nabi sekitar 70 atau 80 para sahabat nabi yang ikut berperang dan tewas di makamkan oleh Nabi Muhammad SAW di bawah Jabbal sana. Dan terasa banget hawanya ketika sedang mendoakan para pahlawan perang badar di sana. Setelah itu, kita menuju Jabbal Rahmah dan saat masuk ke sana banyak pohon yang ada di sana. Ternyata pohon itu adalah pohon soekarno di mana dahulu ceritanya Bapak Soekarno pernah datang ke daerah Jabbal Rahmah dan menanam pohon di sana dan dapat hidup di sekitar area masuk Jabbal Rahmah tersebut, masyarakat sana lebih menjuluki pohon tersebut pohon soekarno. Setalah melihat Jabbal Rahmah dan naik ke sana terus foto bertiga saya ibu bapak terus kita turun deh hihi. Setelah itu, lanjut ke Jabbal Nur dan kita juga melihat Gua Hira itu kecil gak terlihat banget dan kita lihatnya itu di jalan sambil naik bus. Ya subhanallah banget lihatnya. Emm, kayaknya udah sampe sini aja ya cerita saya sebenarnya ada cerita lagi tapi kayaknya udah saja lah segini dulu. Untuk pengalaman selanjutnya segera saya post. Terima kasih ya yang sudah baca. Maaf kalau sekiranya cerita sedikit tidak bermutu hihi hanya ingin share pengalaman saja, maaf juga kalau penulisan saya kurang baik dalan ejaan maupun tanda baca. Thanks, wassalamualaikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar